Revisi digital, let’s Go Green!

revisi

Haii Haii…

Jumpa lagii, jumpa maisy disinii.. *maap keterusan*

Yak, hari ini saya mau membahas tentaaaaang… *drumroll*

“REVISI DIGITAL”

Seperti biasa, Skripsi merupakan momok yang sangat menakutkan bagi Mahasiswa tingkat akhir. Membicarakan skripsi di saat yang kurang tepat bisa mengakibatkan hilangnya nafsu makan, inget mantan, mata berkunang-kunang, kelebihan berat badan, pingsan seketika, atau bahkan pingsan yang direncanakan. Gak se-lebay itu sih, Maap!

Oke serius!

Revisi adalah hal yang tidak bisa dilewatkan dalam penyusunan sebuah skripsi, revisi biasanya dilakukan oleh Dosen Pembimbing, yang bertujuan untuk memperbaiki penulisan skripsi. Dengan adanya revisi, mahasiswa akan sangat terbantu. Tulisan mereka yang belum sempurna akan lebih disempurnakan dengan bantuan revisi tersebut.

Namun seringkali revisi ini dilakukan dengan cara yang kurang efisien, revisi biasanya dilakukan dengan mecoret bagian yang salah pada beberapa bab yang sudah dibuat dan di print secara rapih. Revisi cara lama ini, bukan hanya menyulitkan mahasiswa, tapi juga kurang bersahabat dengan lingkungan. Seperti yang kita ketahui, revisi cara lama ini menggunakan kertas sebagai medianya, beberapa mahasiswa yang sudah lulus tentu tahu berapa banyak kertas yang dihabiskan akibat revisi. Dan seperti yang kita ketahui juga, menghemat penggunaan kertas, dapat membantu menanggulangi Global Warming. Jadi, kedua hal tersebut menjadi masalah untuk kelangsungan hidup umat manusia. *apasih*

Intinya, di era digital-digitalan ini Revisi Digital sangat sangat sangaaaat membantu Mahasiswa dan Dosen Pembimbing tentunya. Revisi Digital dapat dilakukan menggunakan fitur-fitur yang tersedia di Ms. Word, diantaranya Fitur Track Changes dan Comment. Fitur ini disediakan beribu tahun lamanya oleh Ms. Word *halah*

Berikut beberapa cara mudah menggunakan fitur ini:

1. Aktifkan menu Review  dan Track Change pada dokumen yang sudah dibuat

rev2

2. Setelah itu save dokumen tersebut. Dengan mengaktifkan kedua fitur tadi, maka kita dapat melihat perubahan yang dilakukan pada dokumen tersebut. Contohnya:

rev3

3. Untuk Fitur Comment, terdapat pada menu Review juga. Fitur ini seperti catatan kecil yang biasa kita tulis. Dengan adanya fitur ini, dapat memudahkan dosen memberi catatan untuk tulisan kita yang kurang sempurna. Contohnya:

rev4

Tuh kan! Lebih enak dong menggunakan fitur-fitur tersebut untuk revisi ??

Untuk Bapak/Ibu Dosen Pembimbing diluar sana, mari kita ikut berpartisipasi dalam gerakan Go Green dengan melakukan hal-hal sederhana diatas. Pastinya para Mahasiswa galau tingkat akhir akan sangat terbantu, uang yang seharusnya digunakan untuk nge-print ratusan lembar file skripsi yang akan direvisi dapat dimanfaatkan sebagai uang makan selama beberapa minggu misalnya, atau buat nonton, jalan-jalan, nge-mall, shopping *eh maap*

Yang pasti para Mahasiswa akan sedikit terobati stressnya dengan Revisi Digital. Hidup Revisi Digitaaal. DEMI TOO… GAAAA… *arya wiguna mode-on*

*Tulisan ini terinspirasi dari beberapa tweet @yeahmahasiswa pada tanggal 16 Mei 2013

Advertisements

6 thoughts on “Revisi digital, let’s Go Green!

  1. Hatciimmmm… ampe pilek, demam, kesemutan, rematik w mikirin skripsi 😦
    Ini aja msh mules”, pala batuk, mata tuli, telinga buta, gangguan penceranaan, pulpen patah… 😀
    *banting” laptop*
    kiakakakakakak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s